cover.jpgFoto dok: @nate_dumlao

Bagi para penikmat kopi, bukan hanya jenis kopi saja yang mempengaruhi rasa dan kenikmatan dari setiap cangkir kopi, namun metode penyajian pun juga menjadi salah satu pertimbangan yang menjadi nilai akhir dari kenikmatan kopi itu sendiri. Alih-alih membeli kopi di kedai, kini kamu juga dapat dengan mudah menyeduh kopimu sendiri di rumah, seperti lima cara berikut ini.

1/5 Pour Over

pour.pngFoto dok: unsplah.com/@julien_labelle_photographie

Metode pour over, seperti namanya, adalah teknik penyeduhan kopi dengan menuangkan air panas ke dalam bubuk kopi untuk mengekstrak citarasanya. Salah satu metode yang sudah tidak asing lagi bagi hampir setiap peminum kopi, baik di kedai maupun di rumah, adalah V60. Selain mudah digunakan, alat ini juga dipakai oleh penyeduh pemula hingga profesional. Selain itu, parameter yang dapat digali juga beragam, membuat siapa saja dapat bereksperimen lebih lanjut untuk mendapatkan resep kopi sesuai dengan keinginan. Hal tersebut mencakup aspek waktu penyeduhan, perbandingan takaran kopi dengan air, skala penggilingan hingga temparatur air. Keunggulan dari metode ini juga terletak pada kemudahan saat pembersihan, ringan dan bentuknya yang ringkas. Proses ekstrasi yang perlahan juga menghasilkan body yang lebih ringan serta karakter rasa kopi yang jelas dan khas. Selain V60, alat seduh lain yang dapat digunakan adalah chemex dan Kalita Wave.

2/5 Stovetop

stovetop.pngFoto dok: unsplah.com/@ericbarbeau 

Bagi kamu penggemar dark espresso yang kaya akan rasa, maka stovetop merupakan metode yang tepat. Selain user-friendly, stovetop juga ideal untuk penyimpanan karena ukurannya yang relatif kecil. Ada tiga bagian dari stovetop yang harus diperhatikan, yaitu ruang bawa untuk menampung air, corong untuk ampas kopi dan ruang atas di mana kopi disimpan. Air yang mendidih pada bagian dasar stovetop akan menciptakan tekanan uap yang mendorong air panas ke atas untuk menyeduh kopi. Hasilnya, kopi akan memiliki rasa yang kuat dengan tekstur pekat.

3/5 French Press

french press.pngFoto dok: unsplah.com/@wildlittlethingsphoto 

French press bukanlah nama baru di dunia kopi. Kehadirannya telah lama menjadi salah satu pilihan metode manual brew yang paling populer. Berbeda dengan alat manual brew lainnya, french press tidak menggunakan filter kertas atau able kone, melainkan coffee plunger untuk mengekstrak rasa dari kopi yang dibuat. Walaupun terlihat mudah, teknik dari pembuatan menggunakan french press sangat mempengaruhi rasanya. Jika dilakukan dengan benar, kamu akan mendapatkan kopi dengan rasa yang kaya, tekstur yang lembut serta oily. Untuk mendapatkan hasil yang sempurna, gunakan air yang baik dan biji kopi yang masih baru, dengan kata lain, biji kopi lebih baik di giling sebelum di seduh. Selain itu tentukan takaran kopimu sendiri. Biasanya 18 – 20 gram kopi untuk 8 ons air adalah ukuran yang pas bagi pemula. Namun, jika kamu menginginkan rasa yang lebih kuat, kamu dapat menambahkan kopinya atau mengurangi airnya. Suhu air dan ketepatan waktu juga merupakan kunci yang harus diperhatikan. Jika proses brewing terlalu singkat, kopi akan menjadi asam dan tipis. Namun, jika diseduh terlalu lama, kopi akan terasa pahit. Untuk hasil terbaik, biarkan kopi berada dalam french press selama empat menit. Setelah proses brewing selesai, tekan plunger dengan tegas dan perlahan. Dan kopimu siap untuk dihidangkan. 

4/5 Aeropress

aero.pngFoto dok: unsplah.com/@achernenko

Selain stovetop, French press dan pour-over, ada banyak metode yang dapat kita gunakan untuk menyeduh kopi favorit kita. Salah satunya adalah dengan Aeropress. Diciptakan oleh seorang berkebangsaan Amerika Serikat, Alan Adler pada 2005 lalu, Aeropress di klaim dapat menghasilkan kopi sepekat dan sekuat espresso. Selain itu, alat ini juga sangat mudah untuk digunakan, dibersihkan dan dibawa ketika travelling. Secara konsep, proses brewing menggunakan Aeropress hampir mirip dengan French press. Namun, alih-alih menekan plunger untuk memisahkan kopi dengan liquid, Aeropress mendorong liquid keluar dari brewing chamber menggunakan tekanan udara. Teknik ini juga sama seperti cara kerja mesin espresso.

5/5 Siphon Coffee

80b58c54-7aed-423d-9e22-2ac3ac34e74b.jpgFoto dok: unsplah.com/@jtylernix 

Salah satu cara unik untuk menyeduh kopi adalah dengan menggunakan Siphone. Desain dari coffee maker ini sendiri memiliki keunikan yang terletak pada dua bagian utamanya yaitu kontainer air yang terdapat pada bagian bawah dan tempat utama penyimpanan kopi pada bagian atasnya. Alat ini juga dipanaskan menggunakan spiritus sehingga dilengkapi dengan penutup tungku yang berfungsi untuk memadamkan apinya. Sistem kerja dari Siphon sendiri sebenarnya tidak jauh berbeda. Tekanan uap air pada bagian kontainer air akan masuk ke dalam pipa kecil atau funnel yang akan mengalirkan air panas menuju tempat kopi tersebut. Setelah air mencapai kopi, filter yang terdapat didalamnya akan menyaring ampas dan kopi pun akan turun dan kembali ke kontainer bawah.

Artikel ini dilansir dari hk.asiatatler.com dengan penulis Elaine Nuestro